6 Ramuan Obat Ayam Bangkok Jika Terkena Diare

6 Ramuan obat ayam bangkok

Agen Sabung Ayam Online – 6 Ramuan Obat Ayam Bangkok Jika Terkena Diare. Karena semakin banyaknya dampak negatif dari pemakaian obat kimia untuk ayam membuat para penghobi sabung ayam mulai beralih ke obat herbal atau alami untuk mengobati atau mencegah penyakit ayam. Penggunaan raman herbal atau tradisional untuk pencegahan atau penyembuhan penyakit pada ayam sudah sangat familiar.

Kini semakin ramuan herbal semakin banyak digunakan, bahkan mulai banyak perguruan tinggi melakukan penelitian terhadap penggunaan obat herbal untuk ayam dan ternak lainnya. Dan hasilnya pun beragam, namun kebanyakan menunjukkan bahwa pemberian obat herbal bisa meningkatkan performa ayam aduan. Salah satu penyakit yang bisa dicegah atau diobati dengan obat herbal adalah diare pada unggas

Diare pada unggas, khususnya ayam aduan bisa dilihat dari kotoran ayam. Kotoran ini tak berwarna coklat seperti umumnya pada ayam sehat. Kotoran yang dikeluarkan oleh ayam diare berbentuk encer dengan tambahan warna putih yang seperti kapur atau hijau. Diare pada ayam aduan terjadi karena ada infeksi di sistem pencernaan ayam yang bisa disebabkan oleh bakteri / cacing.

Bakteri Salmonella pullorum / sejenisnya dan cacing Ascaridia Galli bisa menyebabkan peradangan / infeksi di sistem pencernaan ayam bangkok aduan terutama usus yang berguna untuk menyerap sari – sari makanan. Peradangan ini yang menyebabkan diare pada ayam dan berujung pada berkurangnya bobot ayam. Dan untuk mengobati penyakit diare pada ayam yang disebabkan oleh cacing atau bakteri ini dibutuhkan antibiotik.

Berikut ini akan kami uraikan beberapa obat atau ramuan herbal yang bisa digunakan untuk ayam bangkok aduan, terutama untuk mengobati diare pada ayam bangkok aduan :

1. Menggunakan Bawang Putih

Kandungan yang terdapat dalam bawang putih meliputi :

– Allicin, yaitu senyawa yang bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah serta memiliki sifat antibakteri.

– Akordinin, memberi bau yang tak sedap pada bawang putih, tapi senyawa ini berguna sebagai antiseptik.

– Alliil (propenyl alanina), yang memberi bau khas pada bawang putih & juga berfungsi sebagai antiseptik serta antioksidan.

– Saponin yang dapat membuat sel – sel cacing menjadi terhidrolisis dan bersifat antibakteri.

– Diallyl sulfida & prophyl allyl sulfida yang memiliki sifat trombolik serta penghancur gumpalan darah. Senyawa ini diduga memiliki sifat antelmintika.

– Methilalil trisulfida yang bisa mencegah perlengketan sel darah merah.

Berdasarkan kandungan yang ada dalam bawang putih, baik sebagai anti bakteri atau antiseptik terhadap luka, khususnya peradangan di usus, bawang putih sangat cocok diberikan pada ayam aduan yang mengalami diare (sebagai antibiotik alami).

Mekanisme anti parasit bawang putih pada ayam yang terkena diare karena cacing pergerakannya diawali oleh allicin yang bisa menembus dinding sel cacing yang tersusun dari fosfolipid. Usai menembus dinding sel cacing, gugus thiol, dalam hal ini adalah diallyl sulfida akan bereaksi dengan enzim – enzim yang mengandung sulfuhydril (yang menyusun membran selcacing) sehingga struktur dari dinding sel cacing akan lisis dan rusak.

Begitu pula pada ayam yang terkena diare karena bakteri, allicin yang ada pada bawang putih bekerja dengan cara menghancurkan kelompok Sulfhidril dan disulfida yang terikat di protein dan menjadi enzim penting untuk metabolisme sel bakteri serta berfungsi sebagai stimulator untuk multiplikasi sel bakteri.
Dengan adanya allicin, pertumbuhan bakteri bisa dihambat dan proses selanjutnya membunuh bakteri Salmonella pullorum atau yang sejenisnya. Saponin yang ada pada bawang putih juga bersifat antibakteri dengan meningkatkan permeabilitas dari membran sel bakteri sehingga bisa mengubah struktur serta fungsi membran dan menyebabkan denaturasi protein membran ,sehingga membran sel bakteri akan rusak.

Pemberian bawang putih untuk ayam aduan yang terkena diare bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti berikut ini

  • Pemberian potongan bawang putih secara manual. Bawang putih dikupas, lalu dipotong kecil – kecil, selanjutnya disuapkan ke ayam yang diare.
  • Membuat serbuk bawang putih yang dijadikan campuran ransum ayam. Serbuk bawang putih bisa diperoleh melalui beberapa proses. Mula – mula dilakukan pengupasan lalu diris tipis. Irisan bawang putih dijemur hingga kering (sebelumnya dilapisi plastik hitam tipis). Kunyit & bawang putih yang sudah kering, digiling untuk dijadikan serbuk. Kemudian diayak untuk memisahkan yang padat dan halus. Serbuk ini dapat ditambahkan sebagai campuran ransum ayam aduan.

2. Dengan Menggunakan Beberapa Campuran Bumbu

– Kunyit / Kunir. Curcuma domestica / Curcumin adalah senyawa utama pada kunyit yang berkhasiat untuk mengobati beragam penyakit, misalnya untuk mengobati penurun kadar kolesterol, antiradang, gangguan saluran pencernaan, antibakteri, antikanker, serta membersihkan lemak di saluran pembuluh darah.

– Jahe. Mengandung zingerol dan solakol yang berguna menghangatkan dan meningkatkan stamina ayam bangkok aduan.

– Kencur. Mengandung minyak atsiri yang berguna memberikan rasa hangat, penambah nafsu makan, anti batuk serta pereda radang tenggorokan.

Cara pemeberiannya dengan memeras tumbukan kencur, jahe, kunir, dan lempuyang. Air perasan ini lalu dicampurkan ke air minum, usahakan dengan air hangat agar lebih segar ketika diminum. Sedangkan untuk ampasnya dicampurkan pada pakan.

3. Menggunakan Beras Ketan & Kunyit

Caranya siapkan beras ketan secukupnya & satu ruas kunyit, lalu beras ketan di goreng tanpa menggunakan minyak dan bakar kunyit sampai terlihat sedikit hangus. Bahan itu di tumbuk sampai halus kemudian ramuan itu diminumkan ke ayam dengan air hangat. Dosisnya cukup setengah sendok teh (bubuk beras ketan dan kunyit). Berikan dua kali sehari di pagi dan sore.

4. Dengan Menggunakan Tanaman Jengger Ayam

Tanaman ini bisa menjadi obat alami dan efektif untuk mengobati penyakit diare ayam aduan. Caranya adalah siapkan tanaman jengger ayam seperlunya lalu cuci sampai benar – benar bersih dan direbus dengan air sebanyak 1 gelas. Biarkan sampai air menjadi setengah gelas, lalu saring dan minumkan ramuan itu sebanyak 2 kali dalam sehari.

Baca Juga :

5. Dengan Menggunakan Akar Jeruk Nipis

Caranya ambil akar jeruk nipis secukupnya lalu cuci terlebih dahulu. Jika sudah bersih, akar jeruk nipis bisa langsung direbus dengan 2 gelas air bersih dan biarkan sampai airnya menjadi satu gelas. Lalu minumkan ramuan itu pada ayam aduan ketika sudah hangat sebanyak 1 kali pada sore hari.

6. Dengan Menggunakan Akar Bayam Duri

Siapkan akar bayam duri & gula enau, lalu cuci bersih. Setelah itu rebus akar bayam duri & tambahkan gula enau, rebus sampai mendidih lalu diangkat jika air tersisa setengahnya. Kemudian minumkan ramuan itu sebelum ayam makan dan minumkan ramuan itu secara rutin sampai diare ayam benar – benar sembuh

Ayam yang terkena diare sebaiknya dipisahkan dari ayam lain dengan memberikan kandang yang hangat dan nyaman. Jangan lupa membersihkan kandang ayam aduan. Penyakit diare biasa terjadi saat perubahan musim. Setiap bagian kandang ayam sebaiknya ditaburi dengan gamping. Peralatan kandang ayam dicuci dan juga dikeringkan setiap hari. Kotoran ayam bangkok aduan dibersihkan setiap hari. Jangan sampai binatang liar seperti burung, kucing ataupun tikus masuk ke area peternakan. Sekian, semoga bermanfaat. Salam penghobi sabung ayam.

 

Dapatkan Promo – Promo menarik dari LION303